Rabu, 26 September 2012

Lambang-Lambang Produk Anti Islam Dan Terlihat Yahudi? Benarkah?

 



Dalam sejarahnya, Coca Cola pernah mengalami boikot ketika Organisasi Lingkungan dan Anti Millenium Se-Dunia pada tahun 2002 mengajak semua warga dunia yang tidak berkenan dengan ulah AS untuk tidak mengkonsumsi minuman ringan AS, terutama Coca Cola. Menyusul seruan boikot itu, Senin, 22 Juli 2002 dinyatakan sebagai Hari Anti Coca Cola se-dunia.
Pada kesempatan itu, Ir. Ahmad Bahauddin Sha'ban, Ketua Umum Komite Mesir untuk Pemboikotan Israel dan Amerika mengatakan, "Kami mengajak semua penduduk Mesir dan Arab, juga umat Islam seluruhnya untuk mendukung ajakan ini. Terutama produk Coca-Cola merupakan simbol kesombongan Amerika yang harus sama-sama kita lawan."
Produk minuman Coca Cola dan Pepsi, memang produk yang sudah menguasai pasar minuman ringan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Situs perusahaan produsen Coca Cola Indonesia, Coca-Cola Bottling website mengklaim berhasil menjual jutaan botol tiap tahunnya dari 400 ribu gerai yang kini mereka miliki. Sejauh ini, memang belum ada penelitian apakah Coca Cola di Indonesia juga aman untuk dikonsumsi.
Tapi bukan tidak mungkin, produk ini akan kembali menjadi korban boikot melihat indikasi seruan boikot produk AS yang mulai diwacanakan seiring dengan dukungan negara AS terhadap agresi Israel ke Libanon. Masyarakat Arab Saudi misalnya, mulai hari ini mulai menjalankan seruan kampanye boikot produk AS.
Apalagi sejumlah ulama di berbagai negara Arab, seperti di Amman, Arab Saudi, Mesir, Suriah, Sudan dan Palestina sudah memasukkan produk Coca Cola dan Pepsi dalam daftar produk AS yang harus diboikot. 

Lambang Yahudi...?

 





Pusing de.