Rabu, 25 Januari 2012

Foto-foto Mayat Moammar Khadafi

Foto-foto Mayat Moammar Khadafi Diktator Libya, Muammar Gaddafi yang lahir pada tanggal 7 Juni 1942, tewas pada Kamis pagi waktu setempat (20/10/2011) akhirnya beredar. Gaddafi seyelah berkuasa selama 42 tahun dinyatakan tewas di tangan kelompok revolusioner. Khadafi dilaporkan tewas di tangan tentara Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) di Sirte.


Khadafi diduga tewas akibat tembakan di kaki dan kepalanya. Dalam rekaman dan Foto-foto Mayat Moammar Khadafi dia telanjang dada, berada di antara kaki-kaki tentara anti dirinya. Beberapa kaki, bahkan menginjak kepalanya.

Pejabat militer Libya mengkonfirmasi bahwa Foto-foto Mayat Moammar Khadafi yang tewas dan ditayangkan televisi Al Jazeera adalah benar Moammar Khadafi. Demikian diberitakan, Reuters, Kamis (20/10/2011).
Juru bicara Dewan Transisi Nasional Libya (NTC), Abdel Majid Mlegta, mengatakan Khadafi terpojok dan bersembunyi di lubang di tanah. Dia kemudian meminta agar diampuni.”‘Jangan tembak, jangan tembak’ begitu kata Khadafi kepada orang-orang yang menangkapnya,” jelas Mlegta, seperti dikutip Reuters.
Berikut adalah Foto-foto Mayat Moammar Khadafi:
Tempat persembunyian terakhir Moammar Khadafi







Foto-foto sebelum jadi mayat:



Foto-foto Mayat Moammar Khadafi:






Foto-foto anak Moammar Khadafi:

SUMBER

Khadafi Tewas di Tangan NTC

Posted: Oktober 21, 2011 in Gudang PERISTIWA

Khadafi tewas

Presiden Diktator libya Akhirnya tewas di tangan pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC). Dengan meninggalnya Khadafi maka Libya pun mendeklarasikan kemerdekaan dan revolusi bagi seluruh rakyat Libya. Dalam penelusuran dan pengejaran khadafi, inilah kronologis yang dicatat beberapa wartawan yang mengikuti perkembangan penyerangan di Sirte, Libya :


SIRTE – Mantan Pemimpin Libya Moammar Khadafi dikabarkan tewas di kampung halamannya Sirte oleh serangan dari pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC).
Berikut adalah kronologis dari peristiwa kejatuhan Khadafi dariAssociated Press, Kamis (20/10/2011).
Pukul 16.44
Para pasukan NTC mengatakan, Khadafi berada dalam persembunyiannya bersama dengan para pasukan loyalisnya di Kota Sirte. Rombongan Khadafi saat itu mencoba untuk lari dari serangan, namun North Atlantic Treaty Organization (NATO) berhasil membombardirnya. Hingga saat ini, tempat di mana Khadafi tewas belum jelas, apakah dirinya tewas di persembunyiannya atau di luar.
Pukul 16.36
NTC melaporkan kematian Khadafi ke Amerika Serikat (AS) sebelum Perdana Menteri NTC Mahmoud Jibril mengumumkannya.
Pukul 16.20
Khadafi dinyatakan Tewas.
Pukul 16.13
Pejabat AS emngatakan, Moammar Khadafi dikabarkan tewas.
Pukul 16.02
Stasiun televisi Al Jazeera mengeluarkan rekaman Khadafi yang terkulai di tanah, terluka, dan diinjak-injak. Pakaian Khadafi pun tampak sobek.
Pukul 15.58
Gedung Putih tidak berkomentar banyak mengenai situasi perkembangan di Libya. Meski demikian, Senator John McCain mengatakan, ini adalah sebuah fase akhir dari Revolusi Libya. McCain juga menambahkan, AS dan NATO akan melanjutkan dukugnannya untuk Libya.
Pukul 15.50
Besok, NTC akan merayakan dua bulan pendudukannya di Tripoli dan kepergian Khadafi dari Ibu Kota Libya. Beberapa kabar pun muncul tentang keberadaan Khadafi. Khadafi dikabarkan ada di perbatasan Niger dan Aljazair, namun ada pula yang mengatakan dirinya saat ini ada di ruang bawah tanah di Tripoli.
Pukul 15.44
Para pejabat NTC mengadakan konfernsi pers di Tripoli bersama Perdana Menteri NTC Mahmoud Jibril.
Pukul 15.32
Peringatan digelar di jalanan Kota Tripoli dan warga pun mengkampanyekan penangkapan atau pembunuhan terhadap Khadafi. NTC memanggil para jurnalis untuk mengadakan konferensi pers.
Pukul 15.04
Di Sirte, para pasukan NTC berperang untuk mengambil alih kota tersebut dari cengkraman pasukan loyalis Khadafi. Perang pun berakhir.
Pukul 14.54
Juru bicara NTC mengatakan, Khadafi mungkin tertangkap atau terbunuh saat Sirte jatuh ke tangan NTC.
Pukul 14.44
NATO mengabarkan, mereka sudah menghantam rombongan Khadafi yang hendak melarikan diri dari Sirte. NTC pun mengatakan, mereka sudah menangkap Khadafi.
Pukul 14.14
Gedung Putih mengawasi perkembangan yang terkait dengan kabar tertangkap dan tewasnya Khadafi. Namun mereka tidak dapat berkomentar banyak. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada Rabu lalu hanya mengatakan dirinya berharap Khadafi tertangkap atau mati.
Pukul 14.09
Pejabat NTC dan NATO tidak mengabarkan tentang tertangkap atau terbunuhnya Khadafi.
Pukul 12.36
Ditemukan banyaknya seragam pasukan Khadafi yang tercecer di jalanan. Para pasukan NTC memanjat lampu lalu lintas dan mencium bendera revolusi.
Pukul 11.35
Sirte diambil alih oleh NTC. Para pasukan NTC tampak sedang memukuli pasukan loyalis Khadafi di belakang sebuah truk.
Pukul 11.05
Di Sirte, para pasukan NTC sedang memeriksa seluruh perumahan untuk melacak keberadaan Khadafi.

Kartosuwiryo, sang Pahlawan Islam

8Share <p>Your browser does not support iframes.</p>
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo demikian nama lengkap dari Kartosoewirjo, dilahirkan 7 Januari 1907 di Cepu, sebuah kota kecil antara Blora dan Bojonegoro yang menjadi daerah perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Kota Cepu ini menjadi tempat di mana budaya Jawa bagian timur dan bagian tengah bertemu dalam suatu garis budaya yang unik.

Ayahnya, yang bernama Kartosoewirjo, bekerja sebagai mantri pada kantor yang mengkoordinasikan para penjual candu di kota kecil Pamotan, dekat Rembang. Pada masa itu mantri candu sederajat dengan jabatan Sekretaris Distrik. Dalam posisi inilah, ayah Kartosoewirjo mempunyai kedudukan yang cukup penting sebagai seorang pribumi saat itu, menimbulkan pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan garis sejarah anaknya. Kartosoewirjo pun kemudian mengikuti tali pengaruh ini hingga pada usia remajanya.

Dengan kedudukan istimewa orang tuanya serta makin mapannya "gerakan pencerahan Indonesia" ketika itu, Kartosoewirjo dibesarkan dan berkembang. Ia terasuh di bawah sistem rasional Barat yang mulai dicangkokkan Belanda di tanah jajahan Hindia. Suasana politis ini juga mewarnai pola asuh orang tuanya yang berusaha menghidupkan suasana kehidupan keluarga yang liberal. Masing-masing anggota keluarganya mengembangkan visi dan arah pemikirannya ke berbagai orientasi. Ia mempunyai seorang kakak perempuan yang tinggal di Surakarta pada tahun 50-an yang hidup dengan penuh keguyuban, dan seorang kakak laki-laki yang memimpin Serikat Buruh Kereta Api pada tahun 20-an, ketika di Indonesia terbentuk berbagai Serikat Buruh.

Pada tahun 1911, saat para aktivis ramai-ramai mendirikan organisasi, saat itu Kartosoewirjo berusia enam tahun dan masuk Sekolah ISTK (Inlandsche School der Tweede Klasse) atau Sekolah "kelas dua" untuk kaum Bumiputra di Pamotan. Empat tahun kemudian, ia melanjutkan sekolah ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School) di Rembang. Tahun 1919 ketika orang tuanya pindah ke Bojonegoro, mereka memasukkan Kartosoewirjo ke sekolah ELS (Europeesche Lagere School). Bagi seorang putra "pribumi", HIS dan ELS merupakan sekolah elite. Hanya dengan kecerdasan dan bakat yang khusus yang dimiliki Kartosoewirjo maka dia bisa masuk sekolah yang direncanakan sebagai lembaga pendidikan untuk orang Eropa dan kalangan masyarakat Indo-Eropa.

Semasa remajanya di Bojonegoro inilah Kartosoewirjo mendapatkan pendidikan agama dari seorang tokoh bernama Notodihardjo yang menjadi "guru" agamanya. Dia adalah tokoh Islam modern yang mengikuti Muhammadiyah. Tidak berlebihan ketika itu, Notodihardjo sendiri kemudian menanamkan banyak aspek kemodernan Islam ke dalam alam pikir Kartosoewirjo. Pemikiran-pemikirannya sangat mempengaruhi bagaimana Kartosoewirjo bersikap dalam merespon ajaran-ajaran agama Islam. Dalam masa-masa yang bisa kita sebut sebagai the formative age-nya.

Pada tahun 1923, setelah menamatkan sekolah di ELS, Kartosoewirjo pergi ke Surabaya melanjutkan studinya pada Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Sekolah Kedokteran Belanda untuk Pribumi. Pada saat kuliah inilah (l926) ia terlibat dengan banyak aktivitas organisasi pergerakan nasionalisme Indonesia di Surabaya.

Selama kuliah Kartosoewirjo mulai berkenalan dengan pemikiran-pemikiran Islam. Ia mulai "mengaji" secara serius. Saking seriusnya, ia kemudian begitu "terasuki" oleh shibghatullah sehingga ia kemudian menjadi Islam minded. Semua aktivitasnya kemudian hanya untuk mempelajari Islam semata dan berbuat untuk Islam saja. Dia pun kemudian sering meninggalkan aktivitas kuliah dan menjadi tidak begitu peduli dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh sekolah Belanda, tentunya setelah ia mengkaji dan membaca banyak buku-buku dari berbagai disiplin ilmu, dari kedokteran hingga ilmu-ilmu sosial dan politik.

Dengan modal ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak sedikit itu, ditambah ia juga memasuki organisasi politik Sjarikat Islam di bawah pimpinan Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto banyak mempengaruhi sikap, tindakan dan orientasi Kartosuwirjo. Maka setahun kemudian, dia dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menjadi aktivis politik, dan didapati memiliki sejumlah buku sosialis dan komunis yang diperoleh dari pamannya yaitu Marko Kartodikromo, seorang wartawan dan sastrawan yang cukup terkenal pada zamannya. Sekolah tempat ia menimba ilmu tidak berani menuduhnya karena "terasuki" ilmu-ilmu Islam, melainkan dituduh "komunis" karena memang ideologi ini sering dipandang sebagai ideologi yang akan membahayakan. Padahal ideologi Islamlah yang sangat berbahaya bagi penguasa yang zhalim. Tidaklah mengherankan, kalau Kartosuwirjo nantinya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kesadaran politik sekaligus memiliki integritas keislaman yang tinggi. Ia adalah seorang ulama besar, bahkan kalau kita baca tulisan-tulisannya, kita pasti akan mengakuinya sebagai seorang ulama terbesar di Asia Tenggara.

Semenjak tahun 1923, dia sudah aktif dalam gerakan kepemudaan, di antaranya gerakan pemuda Jong Java. Kemudian pada tahun 1925, ketika anggota-anggota Jong Java yang lebih mengutamakan cita-cita keislamannya mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB). Kartosoewirjo pun pindah ke organisasi ini karena sikap pemihakannya kepada agamanya. Melalui dua organisasi inilah kemudian membawa dia menjadi salah satu pelaku sejarah gerakan pemuda yang sangat terkenal, "Sumpah Pemuda".

Deklarasi Sumpah Pemuda

Selain bertugas sebagai sekretaris umum PSIHT (Partij Sjarikat Islam Hindia Timur), Kartosoewirjo pun bekerja sebagai wartawan di koran harian Fadjar Asia. Semula ia sebagai korektor, kemudian diangkat menjadi reporter. Pada tahun 1929, dalam usianya yang relatif muda sekitar 22 tahun, Kartosoewirjo telah menjadi redaktur harian Fadjar Asia. Dalam kapasitasnya sebagai redaktur, mulailah dia menerbitkan berbagai artikel yang isinya banyak sekali kritikan-kritikan, baik kepada penguasa pribumi maupun penjajah Belanda.

Ketika dalam perjalanan tugasnya itu dia pergi ke Malangbong. Di sana bertemu dengan pemimpin PSIHT setempat yang terkenal bernama Ajengan Ardiwisastera. Di sana pulalah dia berkenalan dengan Siti Dewi Kalsum putri Ajengan Ardiwisastera, yang kemudian dinikahinya pada bulan April tahun 1929. Perkawinan yang sakinah ini kemudian dikarunia dua belas anak, tiga yang terakhir lahir di hutan-hutan belantara Jawa Barat. Begitu banyaknya pengalaman telah menghantarkan dirinya sebagai aktor intelektual dalam kancah pergerakan nasional.

Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Kartosoewirjo kembali aktif di bidang politik, yang sempat terhenti. Dia masuk sebuah organisasi kesejahteraan dari MIAI (Madjlis Islam 'Alaa Indonesia) di bawah pimpinan Wondoamiseno, sekaligus menjadi sekretaris dalam Majelis Baitul-Mal pada organisasi tersebut.

Majlis Islam A'ala Indonesia

Dalam masa pendudukan Jepang ini, dia pun memfungsikan kembali lembaga Suffah yang pernah dia bentuk. Namun kali ini lebih banyak memberikan pendidikan kemiliteran karena saat itu Jepang telah membuka pendidikan militernya. Kemudian siswa yang menerima latihan kemiliteran di Institut Suffah itu akhirnya memasuki salah satu organisasi gerilya Islam yang utama sesudah perang, Hizbullah dan Sabilillah, yang nantinya menjadi inti Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat.

Tentara Islam Indonesia (TII)

Pada bulan Agustus 1945 menjelang berakhirnya kekuasaan Jepang di Indonesia, Kartosoewirjo yang disertai tentara Hizbullah berada di Jakarta. Dia juga telah mengetahui kekalahan Jepang dari sekutu, bahkan dia mempunyai rencana: kinilah saatnya rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah. Sesungguhnya dia telah memproklamasikan kemerdekaan pada bulan Agustus 1945. Tetapi proklamasinya ditarik kembali sesudah ada pernyataan kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Untuk sementara waktu dia tetap loyal kepada Republik dan menerima dasar "sekuler"-nya.

Namun sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler. Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.

Saat Perang revolusi kemerdekaan

Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur --atau "kabur" dalam istilah orang-orang DI-- ke Jawa Tengah. Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut "kaburnya" TNI ini dengan memakai istilah Islam, "hijrah". Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya. Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna "hijrah" itu.

Pada tahun 1949 Indonesia mengalami suatu perubahan politik besar-besaran. Pada saat Jawa Barat mengalami kekosongan kekuasaan, maka ketika itu terjadilah sebuah proklamasi Negara Islam di Nusantara, sebuah negeri al-Jumhuriyah Indonesia yang kelak kemudian dikenal sebagai ad-Daulatul Islamiyah atau Darul Islam atau Negara Islam Indonesia yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai DI/TII. DI/TII di dalam sejarah Indonesia sering disebut para pengamat yang fobi dengan Negara Islam sebagai "Islam muncul dalam wajah yang tegang." Bahkan, peristiwa ini dimanipulasi sebagai sebuah "pemberontakan". Kalaupun peristiwa ini disebut sebagai sebuah "pemberontakan", maka ia bukanlah sebuah pemberontakan biasa. Ia merupakan sebuah perjuangan suci anti-kezhaliman yang terbesar di dunia di awal abad ke-20 ini. "Pemberontakan" bersenjata yang sempat menguras habis logistik angkatan perang Republik Indonesia ini bukanlah pemberontakan kecil, bukan pula pemberontakan yang bersifat regional, bukan "pemberontakan" yang muncul karena sakit hati atau kekecewaan politik lainnya, melainkan karena sebuah "cita-cita", sebuah "mimpi" yang diilhami oleh ajaran-ajaran Islam.

Proklamasi Nagara Islam Indonesia (NII)

Akhirnya, perjuangan panjang Kartosoewirjo selama 13 tahun pupus setelah Kartosoewirjo sendiri tertangkap. Pengadilan Mahadper, 16 Agustur l962, menyatakan bahwa perjuangan suci Kartosoewirjo dalam menegakkan Negara Islam Indonesia itu adalah sebuah "pemberontakan". Hukuman mati kemudian diberikan kepada Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo saat di tangkap

Tentang kisah wafatnya Kartosoewirjo, ternyata Soekarno dan A.H. Nasution cukup menyadari bahwa Kartosoewirjo adalah tokoh besar yang bahkan jika wafat pun akan terus dirindukan umat. Maka mereka dengan segala konspirasinya, didukung Umar Wirahadikusuma, berusaha menyembunyikan rencana jahat mereka ketika mengeksekusi Imam Negara Islam ini.

Inilah tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat Kontroversial sampai saat ini, dimana sangat sedikit sekali literatur yang mengisahkan tentang kedua tokoh tersebut, dan terlepas dari kontroversi, faktanya dia berjuang dan berkorban demi kemerdekaan Bangsa Indonesia walaupun pada Akhirnya berbeda pandangan dan pemikiran untuk membawa bangsa Indonesia kepada satu tujuan yaitu Negara yang Adil dan Makmur demi kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia.

Read more: wisbenbae: Kartosuwiryo, sang Pahlawan Islam...

Ternyata Tentara Indonesia Pernah Sempat Menjajah Negara Lain

Posted: Desember 23, 2011 in sejarah

Siapa bilang Indonesia adalah negara budak yang hanya bisa dijajah dan tak bisa menggempur negara lain . Ternyata Indonesia pernah melakukan invasi ke sejumlah negara. Ini beneran invasi perang dengan tentara lho , bukan penyerbuan TKI ke negeri asing . Ya udah langsung aja deh, ini nih 7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia.

1. Timor Leste


image

Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
image

Angkatan Darat Indonesia mulai menyebrangi perbatasan dekat Atambua tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Sebelumnya, pesawat-pesawat Angkatan Udara RI sudah kerap menyatroni wilayah Timor Timur dan artileri Indonesia sudah sering menyapu wilayah Timor Timur. Kontak langsung pasukan Infantri dengan Fretilin pertama kali terjadi di Suai, 27 Desember 1975. Pertempuran terdahsyat terjadi di Baucau pada 18-29 September 1976. Walaupun TNI telah berhasil memasuki Dili pada awal Februari 1976, namun banyak pertempuran-pertempuran kecil maupun besar yang terjadi di seluruh pelosok Timor Timur antara Fretilin melawan pasukan TNI. Dalam pertempuran terakhir di Lospalos 1978, Fretilin mengalami kekalahan telak dan 3.000 pasukannya menyerah setelah dikepung oleh TNI berhari-hari. Operasi Seroja berakhir sepenuhnya pada tahun 1978 dengan hasil kekalahan Fretilin dan pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah NKRI.

image

Selama operasi ini berlangsung, arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Indonesia mencapai angka 100.000 orang. Korban berjatuhan dari pihak militer dan sipil. Warga sipil banyak digunakan sebagai tameng hidup oleh Fretilin sehingga korban yang berjatuhan dari sipil pun cukup banyak. Pihak Indonesia juga dituding sering melakukan pembantaian pada anggota Fretilin yang tertangkap selama Operasi Seroja berlangsung.


2. Papua Barat

image

Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRI Macan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49′ LS dan 135°02′ BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut. Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau.

image

Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan. Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, “Kobarkan semangat pertempuran”.

image

Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia. Lebih dari 100 kapal perang dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.

Karena kekhawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini, Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.

3. Malaysia

image

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia

Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service(SAS). Tercatat sekitar 2000 pasukan Indonesia tewas dan 200 pasukan Inggris/Australia (SAS) juga tewas setelah bertempur di belantara kalimantan (Majalah Angkasa Edisi 2006).

Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu DiRaja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.

Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965. Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Di Raja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

Pada 1 Juli 1965, militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang melabrak pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Peristiwa ini dikenal dengan “Pengepungan 68 Hari” oleh warga Malaysia. Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

4. Malaka


image

Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D’Alburquerque, Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

Pati Unus sangat mengerti bahwa kekuatan utama Portugis adalah pada armada lautnya. Portugis memiliki kapal yang kuat, bahkan lebih kuat dibandingkan dengan kapal Majapahit. Selain itu, Portugis sudah menggunakan meriam yang dipasang di masing – masing kapal di mana pada waktu itu meriam adalah senjata pamungkas yang tidak bisa ditandingi oleh senjata apapun.

Oleh karena itu, langkah pertama Pati Unus adalah menghidupkan kembali kekuatan armada Majapahit yang tertidur lama pada saat masa – masa perebutan kekuasaan. Kapal – kapal baru tersebut juga dilengkapi dengan Cetbang, yaitu meriam api, di mana kapal dan cetbang juga merupakan kekuatan andalan Armada Majapahit. Pusat produksi kapal-kapal ini adalah Semarang, gerbang masuk Demak, dengan bantuan orang-orang Tionghoa lokal.

Selanjutnya Pati Unus menghimpun kekuatan – kekuatan nusantara untuk membentuk armada gabungan dengan satu tujuan, mengusir Portugis dari Malaka. Ia juga meminta bantuan orang-orang Jawa yang ada di Malaya untuk jadi agen dalam di Malaka. Tetapi ternyata, ketika Pati Unus terlanjur berangkat ke Malaka,orang-orang Jawa ini terlanjur dipergoki Portugis dan melarikan diri ke Cirebon. Pati Unus pun bertempur tanpa bantuan mata-mata dan agen dalam – kapal-kapalnya dengan mudah diremuk meriam-meriam yang ditodongkan ke laut di Benteng Portugis di Malaka.

5. Singapura


image

Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam, berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.
Maka setelah melakukan serangkaian pengintaian, pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka.

Dalam upaya kembali ke pangkalan, Usman bersama Harun pisah dengan Gani.
Baru pada 13 Maret pagi, setelah berhasil merampas sebuah motorboat, Usman dan Harun dalam perjalanan pulang. Tapi boat macet di perjalanan. Mereka takdapat menghindar dari sergapan patroli.

Pada 4 Oktober , Usman dan Harun diadili. Dijatuhi hukuman mati pada 20 Oktober 1965. Banding diajukan pada 6 Juni 1966, ditolak 5 Oktober 1966. Diajukan lagi pada 17 Februari 1967 ke Privy Council di London, tapi tetap ditolak (21 Mei 1968). Kemudian permohonan grasi diajukan kepada Presiden Singapura Jusuf bin Ishak (1 Juni 1968).

Sementara itu pada 4 Mei 1968, Menlu Adam Malik melalui Menlu Singapura membantu upaya KBRI memperoleh pengampunan atau setidak-tidaknya memperingan hukuman kedua sukarelawan.

image

Pada 10 Oktober 1968, Menlu Singapura menyatakan bahwa permohonan grasi ditolak. Pada 10 Oktober 1968, Atase AL Letkol Gani Djemat SH yang dipanggil ke Jakarta dan kembali ke Singapura membawa surat Presiden Soeharto untuk Presiden dan PM Singapura. Tapi gagal menyerahkan surat-surat itu langsung kepada yang bersangkutan.

Presiden Singapura sedang sakit. PM Lee Kwan Yew tak dapat dihubungi karena sibuk mempersiapkan keberangkatan ke Tokyo.

6. Indochina (Kamboja dan Vietnam)

image image

7. Siam (Thailand)


image

Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina.

image

Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India.

ernyata Pahlawan Islam Barbarosa Menjadi Korban Propaganda Jahat Orang Barat

Posted: Desember 6, 2011 in sejarah
image

Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya.

image

The Barbarosa Brothers

Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangkut oleh kapal-kapal milik kerajaan-kerajaan Eropa yang melintasi Laut Mediterania. Awak kapal yang dibajak biasanya diberi dua pilihan; mati karena melawan atau hidup dengan menyerah secara sukarela.

Siapakah sebenarnya Barbarossa yang sangat ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad itu? Mengapa hingga zaman sekarang nama itu terus menghantui benak dan pikiran mereka?

Barbarossa bukanlah sebuah nama. Barbarossa merupakan kata dalam bahasa Latin –gabungan dari kata barber (janggut) dan rossa (merah). Jadi Barbarrossa berarti janggut merah. Barbarossa merupakan julukan yang diberikan oleh para pelaut Eropa kepada kakak-beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki. Kedua kakak beradik ini hanyalah pelaut-pelaut biasa yang rutin berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki.

Awal Gerakan Barbarosa

Pada suatu hari, tanpa sebab yang jelas, kapal milik keluarga mereka diserang secara brutal oleh kapal militer Knight of Rhodes. Dalam peristiwa ini, adik bungsu Aruj dan Khairuddin tewas terbunuh. Aruj dan Khairuddin sangat terpukul dengan kematian adik bungsu mereka. Sejak saat itu, mereka melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer milik kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi mereka sangat menggemparkan dan membuat mereka ditakuti militer Kristen. Aruj dan Khairuddin pun kemudian dikenal sebagai The Barbarossa Brothers Pirates karena keduanya berjanggut merah.

Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol bajak laut. Bendera yang dipasang Aruj dan Khairuddin di kapal mereka adalah sebuah bendera berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin, ya Muhammad, empat nama khulafaur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi (Bintang David). Awak kapal yang dipimpin kedua bersaudara ini terdiri atas orang-orang Islam dari bangsa Moor, Turki, dan Spanyol, serta beberapa orang Yahudi.

image

Pada tahun 1492 M, Andalusia yang sejak tahun 756 M dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiyah, jatuh ke tangan Pasukan Salib yang terdiri atas pasukan gabungan Aragon DAN Spanyol. Dalam peristiwa penaklukan Andalusia ini, jutaan orang Islam dan Yahudi tewas dibantai pasukan yang dipimpin Raja Ferdinand II dari Aragon.


PERJUANGAN JIHAD BARBAROSA

image

Peristiwa itu mengubah haluan misi dendam Aruj dan Khairuddin menjadi misi Jihad Islam. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor, mereka kemudian menyelamatkan puluhan ribu Umat Islam dari Spanyol ke Afrika utara (Maroko, Tunisia dan Aljazair). Kemudian mereka membangun basis pertahanan laut di Aljazair untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.

Khalifah Islam saat itu, Sulaiman I, mendengar cerita-cerita heroik Barbarossa bersaudara. Sulaiman I sangat kagum pada heroisme mereka. Karena prestasi mereka di lautan, akhirnya Sulaiman I mengangkat Aruj dan Khairuddin sebagai Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Khilafah Islamiyyah untuk membenahi Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah yang amburadul.

ADU DOMBA PIHAK SPANYOL

Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk melancarkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj kemudian menyerahkan pemerintahan Aljazair kepada Khairuddin untuk sementara. Lalu ia memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Hati Aruj sangat pilu karena ia malah berperang dengan saudara sendiri sesama Muslim. Akibatnya ia kurang berkonsentrasi dan pasukannya kocar-kacir. Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya yang tertangkap. Karena hubungan emosionalnya dengan anak buahnya, Aruj kembali ke Tlemcen untuk bertempur dan ia gugur dalam pertempuran tersebut.

Dengan gugurnya Aruj, kepemimpinan Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah beralih ke tangan Khairuddin. Spanyol mengira bahwa era kejayaan Barbarossa di Laut Tengah telah berakhir. Lalu, dengan percaya dirinya, Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair. Pertempuran hebat pun terjadi, namun Khairuddin berhasil menghajar pasukan laut tersebut.

Sejarah dan Kehebatan Pasukan Janissary

image

Guna meminimalisir ancaman dari negeri sekitar Aljazair, selain ancaman utama Spanyol, Khairuddin kemudian meminta kepada Khalifah Sulaiman I agar kekuasaan Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kepadanya. Sulaiman I pun setuju. Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakhlair Baik) atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Daulah Khilafah Islamiyah, Pasukan Janissary.

Dalam masa kepemimpinan Khairuddin, Pasukan Janissary berhasil melakukan banyak penyelamatan Umat Islam di Andalusia. Tercatat mereka melakukan 7 kali pelayaran dengan 36 buah kapal untuk mengangkut Umat Islam Spanyol yang diburu bagai hewan oleh Ferdinand II dan Pasukan Salibnya.

Pertengahan dekade 1520-an, Pasukan Darat Janissary yang dipimpin langsung Khalifah Sulaiman I berhasil memenangkan semua pertempuran darat. Pada saat bersamaan, Pasukan Laut Janissary di bawah pimpinan Khairuddin juga berhasil mengontrol lalu lintas pelayaran di Laut Tengah sepenuhnya. Kondisi ini membuat Pasukan Salib Kristen Eropa menjadi pusing tujuh keliling.

Awal Mula Minuman Capucchino


image

Dalam suasana putus asa, pada tahun 1529 di pulau Penon, Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid saat Adzan sedang berkumandang. Maka terjadilah peperangan hebat di Penon dan setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai kembali oleh Khairuddin. Sementara di daratan, Sulaiman I membombardir Wina (Ibukota Austria) dengan dua kali serangan namun keduanya gagal. Pasukan Islam yang mundur dari pertempuran meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang biasa diminum kaum muslim itu. Kemudian mereka menyebut minuman itu sebagai dengan nama cappuccino.

Pada tahun 1535 Pasukan Salib Gabungan Spanyol dan Genoa di bawah pimpinan Charles V dan Andrea Doria (Knight of Malta) menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 orang pasukan dan 500 kapal. Pertempuran pun berjalan tidak imbang hingga Tunisia pun jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin Sang Barbarossa mengalami banyak kekalahan. Namun ia berhasil menduduki kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.


Akhir Gemilang Barbarosa Sebelum Tutup Usia

Tahun 1538, Pasukan Salib Gabungan Italia-Spanyol menyerang Preveza yang saat itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea Doria memimpin 40 kapal dan Barbarossa hanya memimpin 20 kapal. Namun dengan kecerdikannya, Barbarossa memecah armadanya ke tiga arah dan menjebak Pasukan Andrea Doria di tengah untuk kemudian membombardir armada Andrea Doria habis-habisan. Andrea Doria dan armada lautnya pun lari dari pertempuran. Walau begitu, Khairuddin tak mengejarnya karena ia tak ingin berperang di laut lepas, mengingat kapal-kapal armada laut Spanyol mempunyai peralatan yang lebih canggih. Apalagi ia hanya memimpin 20 kapal.

Tiga tahun kemudian, Pasukan Salib Gabungan Spanyol-Genoa kembali menyerang Aljazair dengan kekuatan 200 kapal. Mereka sengaja melancarkan serangan di luar musim berlayar, untuk menghindari pertemuan dengan Pasukan Barbarossa. Rakyat Aljazair di bawah komando Hasan Agha berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Aljazair. Charles V dan Andrea Doria yang memimpin serangan tak mengira bahwa pertahanan dan strategi perang Hasan Agha sangat matang, sehingga armadanya pun kacau-balau. Ketika itu pula tiba-tiba badai laut dahsyat menghantam Laut Mediterania. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.

Tahun 1565, dalam usia senja, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Kemudian Khairuddin dimakamkan di Istanbul. Di dekat kuburannya didirikan masjid dan madrasah untuk mengenangnya. Hingga kini makam tersebut masih terawat untuk menjadi bukti kepahlawanan Khairuddin alias Barbarossa yang namanya masih ditakuti bangsa Eropa hingga zaman sekarang.

Khalid Bin al-Walid – Pahlawan Islam yang Teguh


12 Votes

“ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin” demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka’bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, “O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu”.

Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.

Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-’an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.

Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.

Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.

Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Latihan Pertama

Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.

Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.

Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.

Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.

Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.

Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.

Menentang Islam

Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat ber-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan kehendak alam.

Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.

Peristiwa Uhud

Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.

Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.

Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.

Khalid bin alWalid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.

Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.

Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.

Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.

Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.

Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.

Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.

Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.

Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid dimedan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemauan-Nya.

Sultan Saladin, Pahlawan Islam di Perang Salib

Saladin
Dia dikenal sebagai raja, panglima perang yang jago strategi, pemimpin umat, dan sekaligus sosok yang santun dan penuh toleransi. Banyak manuskrip yang mencatat "Saladin Sang Raja Mesir" (Saladin, King of Egypt) sebagai simbol kekuasaan Eropa. Namanya tidak bisa dilepaskan dari Sejarah Perang Salib yang membawa kejayaan Islam, namun tanpa menindas kaum Kristiani.

Sultan Saladin lahir dengan nama Salahidun Yusuf Ibn Ayyub di Tikrit, dekat Sungai Tigris dari sebuah keluarga Kurdi. Ia dikirim ke Damaskus, Suriah, untuk menimba ilmu. Selama sepuluh tahun ia berguru pada Nur ad-Din (Nureddin). Setelah berguru ilmu militer pada pamannya, seorang negarawan Seljuk dan pimpinan pasukan Shirkuh, ia dikirim ke Mesir untuk menghadang perlawanan Kalifah Fatimiyah tahun 1160. Ia sukses dengan misinya yang membuat pamannya duduk sebagai wakil di Mesir pada tahun yang sama. Saladin memperbaiki perekonomian Mesir, mengorganisasi ulang kekuatan militernya, dan mengikuti anjuran ayahnya untuk tidak memasuki area konflik dengan Nur ad Din. Sepeninggal Nur ad Din, barulah ia mulai serius memerangi kelompok Muslim sempalan dan pembrontak Kristen. Dia bergelar Sultan di Mesir dan menjadi pendiri Dinasti Ayyubi serta mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir.

Terlibat dalam Perang Salib
Dalam dua kesempatan, tahun 1171 dan 1173, Saladin diinvasi Kerajaan Kristen Jerusalem. Nur ad Din saat ini berniat membalas serangan. Namun Saladin berpendapat bahwa mereka harus kuat terlebih dulu. Sepeninggal Nur ad Din, Saladin menjadi penguasa Damaskus. Ia menikahi janda Nur ad Din dan menaklukkan dua kota penting Aleppo dan Mosul yang dulu selalu gagal ditaklukkan Nuraddin. Namun ia menjadi penguasa yang bersahaja. Sedapatnya, ia selalu menghindari pertumpahan darah, apalagi darah warga sipil. Saat menaklukkan Aleppo, 22 Mei 1176, nyawanya nyaris melayang karena usaha pembunuhan. Ia melakukan konsolidasi di Suriah sambil sebisa mungkin menjaga agar jangan sampai tumpah perang dengan pasukan salib sebesar apapun provokasi dari pasukan salib. Misalnya, ia masih belum bereaksi saat Raynald of Chatillon mengusik aktivitas perdagangan dan perjalanan ibadah haji di Laut Merah, wilayah yang menurut Saladin harus selalu menjadi wilayah bebas. Puncaknya adalah saat penyerangan terhadap rombongan karavan jamaah haji tahun 1185. Saladin meradang.

Juli 1187, Saladin menyerang Kerajaan Jerusalem dan terlibat dalam pertempuran Hattin. Ia berhasil mengeksekusi Raynald dan rajanya, Guy of Lusignan. Dia kembali ke Jerusalem 2 Oktober 1187, 88 tahun setelah kaum Salib berkuasa. Berbagai medan pertempuran dilaluinya, dengan satu pesan yang sama kepada pasukannya; minimalkan pertumpahan darah, jangan melukai wanita dan anak-anak. Perang Salib III menelan biaya yang tak sedikit dari kubu Kristen. Inggris mengucurkan dana bantuan yang dikenal dengan istilah 'Saladin Tithe' (Zakat melawan Saladin). Dalam satu pertempuran, ia berhadap-hadapan dengan King Richard I dari Inggris di medan perang Arsuf tahun 1191. Di luar perkiraan kedua pasukan, Saladin dan King Richard I saling berjabat tangan dan menghormat satu sama lain. Bahkan saat tahu pimpinan pasukan musuhnya itu sakit, Saladin menawarkan bantuan seorang dokter terbaik yang dimiliki Damaskus. Begitu juga saat tahu Richard kehilangan kuda tunggangannya, ia memberikan dua ekor sebagai gantinya. Di medan itu, keduanya sepakat berdamai. Bahkan adik Richard dinikahkan dengan saudara Saladin.

Tak lama setelah kepergian Richard, Saladin wafat pada tahun 1193 di Damaskus. Saat kotak penyimpanan harta Saladin dibuka, ahli warisnya tidak menemukan cukup uang untuk membiayai pemakamanannya: ia selalu mendermakan hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Kini makamnya menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Suriah. Nama Saladin harum di seantero dunia hingga kini. Bukan hanya kalangan Muslim, kalangan non-Muslim juga sangat menghormatinya. Satu yang dicatat dalam buku-buku sejarah: ketika pasukan Salib menyembelih semua Muslimin yang ditemui saat mereka menaklukkan Jerusalem, Saladin memberikan amnesti dan kebebasan bagi kaum Katolik Roma begitu ia menaklukkan Jerusalem.

Tomb Salahudin


Sultan Saladin
1138: Lahir di Tikrit, Irak, sebagai putra dari pimpinan kaum Kurdi, Ayub.
1152: Mulai pekerja sebagai pelayan pimpinan Suriah, Nureddin.
1164: Mulai menunjukkan pekiawaiannya dalam bidang strategi militer dan dalam perang melawan pasukan Salib di Palestina.
1169: Saladin menjadi orang kedua dalam kepemimpinan militer Suriah setelah pamannya, Shirkuh. Shirkuh menjadi wakil di Mesir namun meninggal 2 bulan kemudian. Ia menggantikannya. Namun karena kurang ada respons dan dukungan dari penguasa, ia kembali ke Kairo yang menjadi puas kekuatan Dinasti Ayyub.
1171: Saladin menekan penguasa Fatimi dan menjadi pemimpin Mesir dengan dukungan kekhalifahan Abbasiah. Namun tidak seperti Nureddin yang ingin sesegera menggempur pasukan Kristen, ia cenderung lebih menahan diri. Inilah yang membuat hubungan antar keduanya merenggang.
1174: Nureddin meninggal. Saladin menyususn kekuatan.
1175: The Syrian Assassin leader Rashideddin' s men made two attempts on the life of Saladin, the leader of the Ayyubids. The second time, the Assassin came so close that wounds were infliceted upon Saladin.
1176: Saladin besieges the fortress of Masyaf, the stronghold of Rashideddin. After some weeks, Saladin suddenly withdraws, and leaves the Assassins in peace for the rest of his life. It is believed that he was exposed to a threat of having his entire family murdered.
1183: Penaklukan kota di utara Suriah, Aleppo.
1186: Penaklukan Mosul di utara Irak.
1187: Dengan kekuatan baru, menyerang Kerajaan Latin Jerusalem dengan pertempuran sengit selama 3 bulan.
1189: Perang Salib III meluas di Palestina setelah Jerusalem di bawah kontrol Saladin. (Lihat Film Versi Hollywood : Kingdom of Heaven)
1192: Menandatangani perjanjian dengan King Richard I dari Inggris yang membagi wilayah pesisir untuk Kaum Kristen dan Jerusalem untuk Kaum Muslim.
4 Maret 1193: Meninggal di Damaskus tidak lama setelah jatuh sakit.

( MUTAWALLI )

Armenia Ubah Masjid Jadi Kandang Babi dan Sapi

Jumat, 25/06/2010 07:57 WIB | Arsip | Cetak

Seorang jurnalis Rusia, Anrea Galavev berhasil merekam sebuah momen yang sangat mengejutkan di desa Akdam di wilayah Karrabagh, Armenia. Sebuah masjid bersejarah di wilayah itu diubah oleh penduduk setempat menjadi kandang ternak babi dan sapi.

Desa Akdam dan wilayah Karrabagh sejatinya termasuk ke dalam wilayah Azerbaijan. Namun wilayah tersebut jatuh dalam pendudukan Armenia sejak beberapa puluh tahun silam. Akibat pendudukan itu pula, hubungan antara Azerbaijan dan Armenia bersitegang hingga kini.

Konflik Azerbaijan-Armenia tak sebatas pada konflik antar wilayah, tetapi juga lebih jauh melebar pada konflik antar agama. Mayoritas warga Azerbaijan adalah Muslim, sementara Armenia adalah Kristen.

Masjid tersebut dibangun pada tahun 1870 M oleh arsitek tersohor dari Azeri, Shafi Khan Karrabaghi. (AGS/db)

Inilah 4 Masjid Bersejarah Di Cairo

Masjid Al-Azhar
Quote:
Masjid Al-Azhar (Arab: جامع الأزهر Gama `al-Azhar," masjid yang paling bersinar adalah sebuah masjid di Kairo Islam di Mesir. Al-Mu'izz li-Din Allah kekhalifahan Fatimiyah konstruksi ditugaskan untuk ibukota baru didirikan pada tahun 970. Namanya biasanya dianggap menyinggung nabi Islam Fatimah putri Muhammad, sosok dihormati dalam Islam yang diberi judul az-Zahra '("yang bersinar"). Ini adalah masjid pertama kali didirikan di Kairo, sebuah kota yang sejak mendapat julukan "kota seribu menara." [Nb 1]

Setelah dedikasi di 972, dan dengan perekrutan oleh otoritas masjid dari 35 ulama di 989, masjid perlahan-lahan berkembang menjadi apa yang sekarang lagi menjalankan universitas tertua kedua di dunia setelah Al Karaouine. Universitas Al-Azhar telah lama dianggap sebagai institusi terkemuka di dunia Islam untuk studi teologi Sunni dan syariah, atau hukum Islam. Universitas, yang terintegrasi di dalam masjid sebagai bagian dari sebuah sekolah masjid sejak awal, dinasionalisasi dan resmi ditunjuk sebuah universitas independen pada tahun 1961, setelah Revolusi Mesir tahun 1952.

Selama yang selama sejarah milenium-lama, masjid telah bergantian diabaikan dan sangat dihormati. Karena didirikan sebagai lembaga ʿ Isma ili, Saladin dan Sunni dinasti Ayyubiyah yang didirikan dijauhi al-Azhar, menghapus statusnya sebagai masjid jemaat dan menolak uang harian untuk siswa dan guru di sekolah tersebut. Ini bergerak dibalik bawah Kesultanan Mamluk, di bawah aturan yang banyak ekspansi dan renovasi berlangsung. Kemudian penguasa Mesir menunjukkan berbeda derajat menghormati masjid dan diberikan secara luas berbagai tingkat bantuan keuangan, baik ke sekolah dan ke pemeliharaan masjid. Hari ini, al-Azhar tetap merupakan institusi yang sangat berpengaruh dalam masyarakat Mesir dan simbol Islam Mesir.

S E J A R A H

Sejarah Universitas Al-Azhar – Al-Azhar merupakan Perguruan tinggi terbesar di dunia. Awal Mula Universitas Al-Azhar adalah dari sebuah masjid yang bernama Al-Azhar yang dibangun oleh Panglima Besar Dinasti Fathimiyah yaitu Jauhar As-Shaqaly. Masjid tersebut dibangun pada tanggal 24 Jumadil Ula tahun 359 H (April, 970 M) sebagai tempat ibadah, enam tahun kemudian tepatnya pada 365 H / 976 M. mulai dibuka kegiatan belajar-mengajar dan majlis ilmu pengetahuan bermadzhab Syi’ah Ismailiyah, sehingga 12 tahun kemudian 378H / 988 M Al-Azhar telah menjadi sebuah universitas besar dan terkanal. Dalam perjalanan sejarahnya, universitas al-azhar mengalami jatuh bangun, namun al-azhar tetap mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga islam yang sangat proaktif. Sejak mula berdirinya, study di Al-Azhar untuk semua pelajar dari seluruh dunia. Hingga kini Universitas Al-Azhar memiliki lebih dari 50 Fakultas / Jurusan yang tersebar di seluruh pelosok mesir

Mulai tahun 567 H / 1178 M. setelah berdirinya Daulah Ayyubiyah yang berorientasi ahlussunah wal-jamaah lenyaplah Dinasti Fatimiyah, bersamaan dengan itu hilang pula peranan Syi’ah di dalam universitas Al-Azhar tersebut, hingga sampai saat ini.

Pada tahun 922 H / 1517 M. Mesir berada di dalam kekuasaan Turki Utsman. Al-Azhar-pun senantiasa menjadi sentral pengembangan ilmu dan lembaga yang subur menelorkan ulama handal. Maka pada akhir kekuasaan Turki Utsmani terbentuklah sistem Masyekhakh Al-Azhar pertama, tepatnya pada tahun 1101 H / 1690 M. dan dinobatkan Syekh Al-Azhar pertama sebagai Imam agama dan panutan Ilmu pengetahuan. Sejak abad ini sistem Syekh atau Imam al-akbar merupakan ciri khusus yang digunakan dalam lembaga tersebut, bahkan dapat dikatakan suatu sistim yang mampu memelihara eksistensi Al-Azhar hingga ratusan tahun. Ada sepuluh sykeh yang berada dalam daulah ini, antara lain:

1. Syekh Imam el-Syarief Muhamad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki.
2. Syekh Imam Ibrahim Muhammad Al-barmawi
3. Syekh Imam Muhammad al-Nasyraty Al-Maliky
4. Syekh Imam Abd el-Baqi el-Qulaeny Al-Malikiy
5. Syekh Imam Muhammad Syanan Al-Maliky
6. Syekh Imam Ibrahim Musa el-Fayoumy Al-maliky
7. Syekh Imam Abdellah Al-Syabrawi Asy syafi’i
8. Syekh Imam Muhammad Salim Al-Hifny Asy syafi’i
9. Syekh Imam Abd Raouf Muhammad el-Sujaeni Asy syafi’i
10. Syekh Imam Ahmad Abdel Monem el-damanhury


Kemudian pada akhir tahun 1220 H / 1805 M. Mesir berada di tangan Muhammad Ali. Dan Al-Azhar tetap baku menggunakan sistem Masyekhakh-nya. Selanjutnya nama-nama Imam yang menduduki kuri Masyekhakh sebagai berikut:

11. Syekh Imam Abdel-rahman Umar Al-hanafy
12. Syekh Imam Abu el-Shalah Ahmad Musa Al-Arusy Asy-syafi’i
13. Syekh Imam Abdullah el-Syarqawi Asy-syafi’i
14. Syekh Imam Muhammad al-Syanwani
15. Syekh Imam Muhammad Al-Arusy
16. Syekh Imam Ahmad Ali al-Damhuji
17. Syekh Imam Hasan Muhammad Al-’Athar
18. Syekh Imam Hasan el-Quesny
19. Syekh Imam Ahmad al-Shaim el-safty
20. Syekh Imam Ibrahim Al-bajury
21. Syekh Imam Musthafa Al-Arusy
22. Syekh Imam Muhammad al-Abbasi Al-Mahdy Al-Hanafi
23. Syekh Imam Muhammad al-Imbabi asy-Syafi’i
24. Syekh Imam Hasunah An-Nawawi Al-hanafi
25. Syekh Imam Ali Muhamad Al-Bablawi Al-Maliky
26. Syekh Imam Salim al-Bisyri Al-Maliky
27. Syekh Imam Ali Muhammad Al-Bablawi Al-Maliky (yang kedua kali)
28. Syekh Imam Abdel-rahman al-Syirbiny
29. Syekh Imam Hasunah An-Nawawi Al-hanafi (yang kedua kali)
30. Syekh Imam Salim al-Bisyri Al-Maliky (yang kedua kali)
31. Syekh Imam Muhammad Abu fadlal Al-Gizawy
32. Syekh Imam Muhammad Musthafa Al-Maragy
33. Syekh Imam Muhammad Al-Ahmady Adzawahiry
34. Syekh Imam Muhammad Musthafa Al-Maragy (yang kedua kali)
35. Syekh Imam Musthafa Abdel-Raziq
36. Syekh Imam Muhamma Ma,mun el-Syanwany
37. Syekh Imam Abdel-Majid Salim
38. Syekh Imam Ibrahim Hamrusy
39. Syekh Imam Abdel-Majid Salim (yang kedua kali)


Pada dua kepemimpinan belakangan ini Mesir tengah mengalami kegoncangan politik besar-besaran, sebagai periode baru menuju Mesir Modern, ditandai dengan terjadinya “revolusi juli 1952 M” yaitu penggulingan Gamal Abdul Naser terhadap raja Faruq “Dinasty Kheidio 10”, sekaligus peralihan sistim kerajaan kepada republik sekaligus pengembalian ibukota dari Iskandariah ke Kairo. Adapun sistem Masyekhakh Al-Azhar terus berlangsung dengan gemilang. Yaitu:

40. Syekh Imam Muhammad Al-Hadlr Husein
41. Syekh Imam Abdel Rahman Taj.
42. Syekh Imam Mahmud Syaltut
43. Syekh Imam Hasan Ma,mun
44. Syekh Imam Muhammad Al-fahhaam
45. Syekh Imam
46. Syekh Imam Gad el-haq Ali Gad el-Haq
47. Syekh Imam Muhammad Sayyed Thantahwi


Berikut Gambar Dan Video Masjid Al-Azhar Cairo

Picture
Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:




Masjid Sultan Hassan
Quote:
Terdiri dari pembangunan sebuah masjid dan sebuah sekolah untuk semua doktrin dari empat sekolah ( Syafi'i dan Hanafi , Maliki dan Hambali )

S E J A R A H

Didirikan masjid Sultan Hassan bin al-Nasir Muhammad . Konstruksi dimulai tahun 1356 M dan selesai setelah tujuh tahun 1363 . Sultan tewas sebelum akhir konstruksi belum ditemukan di tubuhnya, dikuburkan di makam, yang khusus dibangun di masjid, tetapi dikubur di dalamnya, dan dua anak kemudian. Masjid dan Madrasah Sultan Hassan AH 757-764 ( 1356 - 1363 ). Didirikan Masjid Agung Sultan Muhammad Hassan ibn al-Qalawun Crown daya Nasir di 748 AH ( 1347 ) setelah saudaranya, Malik al-Muzaffar Haji pada usia tiga belas tahun dan tidak di raja memerintahkan apa-apa untuk usia muda, tapi hal itu, bagaimanapun, pangeran, dan segera mencapai akal sehatnya Vceft hidupnya dan dia menjadi Raja ditangkap pada tahun 752 H ( 1351 ) tetap di kamp penahanan dalam bisnis ilmu sampai ia kembali ke Kesultanan lagi pada 755 H ( 1354 ) telah duduk bersila dalam hegemoni politik yang terbunuh di 762 AH ( 1361 ).

Hal itu mulai membangun masjid ini adalah 757 tahun AH lama ( 1356 ) dan dilanjutkan selama tiga tahun tanpa interupsi dan Sultan meninggal sebelum dibangun, lengkap setelah salah satu pangeran - Aljmadar Bashir - tahun 764 H ( 1363 ).

Ini benar-benar masjid Mamluk terbesar masjid dan yang koleksi berselingkuh antara besarnya konstruksi dan Jalal Teknik, dan memenuhi ketepatan industri dan keragaman dekorasi, sebagaimana yang dikumpulkan oleh berbagai seni dan industri, kami percaya keakuratan pengeboran ke batu diwakili dalam dekorasi pintu masuk dan Mqrnsath Quran.

Dan fleksibilitas industri marmer, diwakili oleh kubah dan Bank selama iwan kiblat dan Mihrabehma bangku Alrkhamyin dan mimbar dan jumlah dan menutupi empat pintu masuk sekolah dan pengawas pintu hidangan Mzrrat seperti yang terlihat di ambang keakuratan industri Arab dan pertukangan divaksinasi kursi Polyphonic terletak di kubah Surat.

Pintu perunggu dari senyawa masjid sekarang pada pintu mesjid dianggap sebagai contoh yang sangat baik pro ke pintu tembaga-berpakaian yang paling indah Ditempa dalam bentuk bentuk geometris, antara yang diukir kemasan dan motif lingkaran menit. Apa yang dikatakan tentang bagian ini dikatakan dari pintu mimbar.

Ada Portal di pintu kubah tetap Kvtaat Hacoath Tembaga-disepuh dengan emas dan perak pada bentuk dan tubuh Biqnaana dekoratif yang indah layak kebesaran dari apa yang selaras ke masjid ini adalah sebuah karya seni dan apa yang dihabiskan dalam proses banyak uang.

Apakah penuh dengan karya seni di masjid ini, membungkus diriku dalam segala bahwa tidak ada perbedaan antara lilin kuningan dan rumah Almckawat kaca mempertahankan Antiquities Arab di Kairo, banyak dari karya-karya langka seni yang dianggap paling akurat dan paling indah-keputusan di era ini.

Berikut Gambar Dan Video Masjid Sultan Hassan

Picture
Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:

Spoiler for View:



Masjid Ibn Tulun
Quote:
Masjid Ahmad Ibn Tulun (bahasa Arab: مسجد أحمد بن طولون) terletak di Kairo, Mesir. Hal ini bisa dibilang masjid tertua di kota bertahan dalam bentuk aslinya, dan merupakan masjid terbesar di Kairo dalam hal luas lahan.

Masjid ditugaskan oleh Ahmad ibn Tulun, gubernur Mesir Abbassid 868-884 pemerintahan yang ditandai dengan kemerdekaan de facto. Sejarawan Al-Maqrizi daftar konstruksi awal masjid tanggal sebagai 876 AD, dan prasasti asli masjid slab mengidentifikasi tanggal penyelesaian sebagai AH 265, atau 879 AD.

Masjid tersebut dibangun di sebuah bukit kecil bernama Gebel Yashkur, "The Hill Thanksgiving." Salah satu legenda setempat mengatakan bahwa itu adalah di sini bahwa Bahtera Nuh datang untuk beristirahat setelah Air Bah, bukan di Gunung Ararat.

Masjid seremonial grand dimaksudkan sebagai titik fokus modal Ibnu Tulun, al-Qatta'i, yang berfungsi sebagai pusat administrasi untuk dinasti Tulunid. Masjid awalnya didukung oleh istana ibn Tulun, dan pintu yang berdekatan dengan mimbar memungkinkan dia langsung masuk ke masjid. Al-Qatta'i dijarah pada awal abad ke-10, AD, dan masjid adalah satu-satunya struktur yang masih hidup. Masjid tersebut dibangun dalam gaya Samarran umum dengan konstruksi Abbassid. Masjid ini dibangun di sekitar halaman, dengan satu ruang tertutup pada setiap dari empat sisi, yang terbesar adalah di sisi kiblat, atau arah ke Mekah. Masjid asli memiliki air mancur wudhu nya (sabil) di daerah antara dinding dalam dan luar. Sebuah sabil berbeda dengan kubah drum tinggi ditambahkan di halaman tengah pada akhir abad ketiga belas oleh Lajīn Sultan.
Menara spiral yang terkenal Masjid Ibnu Tulun.

Ada kontroversi signifikan tanggal pembangunan menara, yang dilengkapi dengan tangga luar heliks mirip dengan menara yang terkenal di Samarra. Hal ini juga mengatakan bahwa menggunakan tangga orang bisa memanjat kuda itu. Legenda mengatakan bahwa ibn Tulun sendiri sengaja bertanggung jawab untuk desain struktur: seharusnya sambil duduk dengan pejabat, ia melamun luka sepotong perkamen sekitar jarinya. Ketika seseorang bertanya apa yang dia lakukan, dia menjawab, malu, bahwa ia sedang merancang menara itu. Banyak fitur arsitektur, bagaimanapun, arahkan ke sebuah konstruksi kemudian, khususnya cara di mana menara tidak terhubung dengan baik dengan struktur masjid utama, sesuatu yang seharusnya dicegah memiliki menara dan masjid telah dibangun pada waktu yang sama. Arsitektur sejarawan Doris Behrens-Abouseif menegaskan bahwa Sultan Lajīn, yang memulihkan masjid di 1296, bertanggung jawab untuk pembangunan menara saat ini.

Masjid telah dipulihkan beberapa kali. Pemulihan pertama yang diketahui berada di 1177 di bawah perintah wazir Fatimiyah Badr al-Jamali, yang meninggalkan tulisan kedua slab di masjid, yang terkenal karena berisi versi Syi'ah dari syahadat tersebut, menambahkan frasa "Dan Ali adalah wali Allah "setelah mengakui keesaan Allah dan kenabian Muhammad. Sultan Lajīn restorasi terhadap 1296 ditambahkan beberapa perbaikan. Masjid yang terakhir dipulihkan oleh Mesir Supreme Council of Antiquities pada tahun 2004.

Selama periode abad pertengahan, beberapa rumah dibangun dinding luar masjid. Sebagian besar dihancurkan pada tahun 1928 oleh Komite untuk Konservasi Arab Monumen Namun, dua dari rumah tertua dan terbaik-diawetkan dibiarkan utuh. The "rumah wanita Kreta" (Beit al-Kritliyya) dan Beit Amna binti Salim, pada awalnya dua struktur yang terpisah, tapi sebuah jembatan di tingkat lantai tiga ditambahkan di beberapa titik, menggabungkan mereka ke dalam struktur tunggal. Rumah, diakses melalui dinding luar masjid, adalah terbuka untuk umum sebagai Museum Gayer-Anderson, dinamai RG umum Inggris 'John' Gayer-Anderson, yang tinggal di sana sampai 1942.

Berikut Gambar Dan Video Masjid Ibn Tulun

Picture
Spoiler for view:

Spoiler for view:

Spoiler for view:

Spoiler for view:



Masjid Mohammed Ali
Quote:
Masjid Muhammad Ali Pasha atau Mesjid Alabaster ( bahasa Arab : مسجد محمد علي, Turki : Mehmet Ali Pasa Camii) adalah sebuah masjid terletak di Benteng Kairo di Mesir dan ditugaskan oleh Muhammad Ali Pasha antara 1830 dan 1848.

Terletak di puncak benteng, ini Ottoman masjid, yang terbesar akan dibangun pada paruh pertama abad 19, adalah, dengan animasi siluet dan kembar menara , terlihat masjid yang paling di Kairo . masjid ini dibangun untuk mengenang Tusun Pasha , Muhammad Ali s 'anak tertua, yang meninggal pada 1816.

Masjid ini, bersama dengan benteng, adalah salah satu landmark dan atraksi wisata di Kairo dan merupakan salah satu fitur pertama yang akan terlihat ketika mendekati kota dari sisi mana pun.

S E J A R A H

Masjid tersebut dibangun di lokasi lama Mamluk bangunan di Kairo Benteng antara 1830 dan 1848, meskipun tidak selesai sampai pemerintahan Said Pasha pada tahun 1857. arsitek itu Yusuf Bushnak dari Istanbul dan model-nya adalah Yeni Masjid di kota itu. Tanah yang dibangun masjid dibangun dengan puing-puing dari bangunan sebelumnya Benteng.

Sebelum penyelesaian masjid, yang alabastered panel dari dinding atas dibawa pergi dan digunakan untuk istana Abbas I itu. dilucuti Dinding dilapisi dengan kayu yang dicat agar terlihat seperti marmer. Tahun 1899 masjid menunjukkan tanda-tanda retak dan beberapa perbaikan yang dilakukan tidak memadai. Namun kondisi masjid menjadi begitu berbahaya bahwa skema lengkap restorasi diperintahkan oleh Raja Fuad pada tahun 1931 dan akhirnya selesai di bawah Raja Farouk pada tahun 1939.

Muhammad Ali memilih untuk membangun masjid negaranya sepenuhnya dalam gaya arsitektur mantan tuan-nya, Ottoman , tidak seperti Mamluk yang, meskipun penyerahan politik mereka untuk Dinasti Utsmani, menempel di gaya arsitektur dari dinasti Mamluk sebelumnya.

masjid ini dibangun dengan kubah pusat dikelilingi oleh empat kecil dan empat kubah berbentuk setengah lingkaran. Itu dibangun dalam rencana persegi dan diukur 41x41 meter. Kubah pusat adalah 21 meter dengan diameter dan ketinggian bangunan adalah 52 meter. Dua silinder elegan menara tipe Turki dengan dua balkon dan topi kerucut terletak di sisi barat masjid, yang naik sampai 82 meter.

Penggunaan gaya ini, dikombinasikan dengan kehadiran dua menara dan multiple setengah-kubah yang mengelilingi kubah pusat - fitur yang disediakan untuk masjid yang dibangun pada kewenangan Sultan - adalah menantang deklarasi kemerdekaan de facto Mesir.

Bahan utama adalah batu kapur tapi lantai bawah dan halaman depan adalah keramik dengan alabaster sampai 11,3 meter. Bagian depan eksternal parah dan sudut dan meningkat sekitar empat lantai sampai tingkat kubah timbal-tertutup.

Ini mihrab di dinding tenggara adalah tiga lantai tinggi dan ditutupi dengan kubah setengah lingkaran. Ada dua arkade di lantai kedua, naik pada kolom dan ditutup dengan kubah. Walaupun terdapat tiga pintu masuk pada setiap sisi halaman depan itu, entri biasa adalah melalui pintu gerbang timur laut. halaman depan Langkah-langkah 50x50 meter. Hal ini tertutup oleh riwaks melengkung naik di pilar-pilar dan ditutup oleh kubah.

Ada jam kuningan menara di tengah riwak barat laut, yang disampaikan kepada Muhammad Ali oleh Raja Louis Philippe dari Perancis pada tahun 1845. Jam itu membalas dengan tugu dari Luxor sekarang berdiri di Place de la Concorde di Paris .

Interior memiliki ukuran 41x41 meter dan memberikan perasaan besar ruang. Penggunaan dua tingkat kubah memberikan rasa jauh lebih besar ruang dari sana sebenarnya. Kubah pusat naik pada empat lengkungan berdiri di dermaga kolosal. Ada empat kubah berbentuk setengah lingkaran di sekitar kubah pusat. Ada empat kubah yang lebih kecil di sudut juga. Kubah yang dicat dan dihiasi dengan motif lega. Dinding dan pilar yang ditutupi dengan alabaster hingga 11 meter.

Muhammad Ali Pasha dikuburkan dalam sebuah makam diukir dari marmer Carrara , di halaman masjid. Tubuhnya dipindahkan ke sini dari Hawsh al-Basha pada tahun 1857.

Berikut Gambar Dan Video Masjid Mohammed Ali

Picture
Spoiler for check:

Spoiler for check:

Spoiler for check:

Spoiler for check:

Spoiler for check: